Selasa, 06 Oktober 2015
Secercah diriku. Ditengah malam yang sempit aku menjadi seorang penikmat kesendirian malam. Ditengah terik sang rembulan aku melantunkan nada-nada sendu senang. Sang orbit yang menyaksikanku tertegun mendengar alunan-alunan dari sang Maha pencipta. Sungguh tersiksanya aku dalam dekap karat kesalahan semalama hidup. Terpancar dari Rautku air terjun juga Pelangi. Sedu senang menjadi selimutku malam itu. Aku tak bisa melepaskan rasa gaib ini. Dan tak mampu ku menahan malu yang sudah berkepanjangan ini tuk BertemuNya dengan Telanjang. Aku menjadi sebuah serpihan molekul terkecil yang berada di atas sehelai benang yang derajut dengan penuh cinta DiriNya.
Langganan:
Komentar (Atom)