Rahmat Rama Respati
Depok, Nusantara, 15 Januari 2016
Bunyi kencang terdengar di telingaku
Sekejap semua berhenti dariku
Seolah otakku terhenti berfikir tentang penjajah
Mengapa tak melihat pengalaman tentang penjajah
Waktu 360 tahun menjadi hilang begitu saja karna kebodohanku.
Waktu 360 tahun ku sia-siakan dengan kematian sangitku
Seharusnya aku belajar terlebih dahulu pada catatan kaki Nusantara
Seharusnya aku melihat rekaman Nusantara saat kedatangan tamu negara lain
Kini semua hanya menghela nafas kerinduan aku ulangan dimasa hidupku
Kini semua kerinduanku menjadi terawang-awang bersamaku
Ternyata prasangkaku menjebak keyakinanku
Dan keyakinan ku menjebak diriku
Dalam ruang awang-awang ku panjatkan sebuah syair penyesalan yang teramat dalam
Dalam ruang awang-awang ku saksikan bertiga secara langsung efek senyuman tragedi yang telah ku lakukan.
Dan akhirnya aku menunggu terdiam dalam ruang ini
Dan hanya menunggu untuk rengkarnasi atau menghilang ditelan sang waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.