Sabtu, 16 Januari 2016

Sepucuk Surat CahayaMu.


   Hari ini sudah masuk pukul 23.35 hari Kamis 6 Agustus 2015 kami mendapatkannya. Surut Cinta yang menggetarkan hatiku juga membuatku merinding dan tak tahu apa yang aku rasakan saat ini. Aku hanya bisa mengucapkan Alhamdulillah yang sangat dahsyat. Karena untukku ini surat cinta yang pertama kalinya dalam hidupku. Aku yang sedang terduduk di sebuah ruangan yang tak lebar juga tak sempit. Ruangan dengan cahaya putih terang dari sang lampu. Dengan menggunakan baju biru, sarung kotak- dengan perpaduan warna biru muda, merah tua, putih juga dengan list biru keungu-unguan dan menggunakan peci bercorak warna cream dan hitam.
   Akupun tak tahu apa yang terjadi denganku dan apa yang sedang aku rasakan. Aku juga tak tahu apa alasannya mengapa aku juga ikut dalam lingkaran hari Kamis, tanggal 6 Agustus 2015, jam 23, dan menit ke 35. Aku duduk dekat pintu masuk ruangan itu, di samping kananku salah satu temanku Ijal, disamping kiriku Mas Eko dan di hadapanku Bang reno yang ingin berbicara tentang isi Surat Cinta DariNya. Saat-saat yang indah sekali.
   Memang semua ini adalah sesuatu kebahagiaan yang sedang aku rasakan. Tetapi aku seperti tak pantas untuk menerimanya. Bukan aku bermaksud untuk menolaknya tetapi disisi lain dari diriku adalah sebuah sisi yang sangat gelap bahkan aku sendiri sedang mencari penerangnya. Dulu sempat aku temukan alat penerang itu tetapi ternyata itu hanyalah fatamorgana yang mengkaburkan pandanganku.
   Aku seperti tak percaya namun aku percaya dan itu terjadi. Bukannya aku meragukan tetapi aku yang sangatlah kotor bisa memasuki kesempatan yang jarang orang-orang mendapatkannya. Ya Allah, Subhannallah sungguh engkau tak pernah memandang bulu engkau begitu pemurah, engkau begitu percaya engkau begitu penyayang dan engkau adalah maha segalanya dari segalanya.  Memang tak penting air mata seseorang yang kotor ini telah tumpah keluar bagian mataku, tetapi entah ini adalah bagian dari bahagia atau kesedihan atau penyesalan atau apapun lah yang jelas aku tak tahu tentang rasa ini. Rasa yang baru pertama kali aku rasakan. Ya Allah terima kasih sujud sukurku ingin menjadi hambamu di berikan kesempatannya.
   Maafkan hambamu yang begitu kotor ini terus meminta, meminta dan meminta tak kenal memberimu sebuah mungkin tak pantas untuk di ucap sebagai hadiah tapi inilah aku sekarang. Aku malu sungguh benar-benar malu atas kondisiku saat ini yang begitu kotor, kotor dan kotor hingga tak terlihat setitikpun bagian yang bersih. Sudah 1 hari dari surat cinta itu diturunkan aku selalu saja menangis bila menulis cerita ini.
   Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku ya Allah. Engkau yang selalu memperdulikanku, memperhatikanku, memaafkanku, baik kepadaku, menemaniku, mengawasiku dan Engkaulah yang selalu memberikan yang seharusnya terbaik untukku. Tetapi itu semua selama ini aku tak menghiraukannya, aku tak menganggapMu ada, aku yang selalu menjalankan laranganMu, aku yang selalu menduakanMu, aku yang tak mengenaliMu, aku yang tak mempercayaiMu, aku yang tak menyayangiMu, bahkan aku yang tak mencintaiMu. Itu semua terjadi kurang lebih 23 tahun aku melakukannya. Aku melakukannya ya Allah.
   Terima kasih terima kadih dan aku tak tahu lagi harus mengatakan apa pada tulisanku ini. Terimakasih telah memberiku kesempatan untuk dekat Denganmu walau aku sekarang sangatlah terlalu dan begitu kotor. Bahkan ada satu fikiranku yang terlintas yaitu bila aku tahu rasanya seperti itu aku ingin memilih untuk tetap didekatmu aku tak mau jauh dariMu. Namun aku mengang manusia yang benar-benar pelupa atau apalah itu namanya, selalu, selalu dan selalu luput dari kesalahan-kesalahanku untuk tetap Mengingatmu dalam setiap tarikan nafasku. Ajarkan aku cara mencintaiMu ya Allah. Sudah dulu ya mungkin ya itulah yang terjadi dalam kisahku di pukul 23.35 hari kamis 6 Agustus 2015.

Maafkan Aku....
Rahmat Rama Respati
Omah Suluk 02.32
9 Agustus 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.