Selasa, 19 Januari 2016

Sepucuk Kerinduanku


Manusia paripurna itulah engkau baginda nabi Muhammad shali 'allah Muhammad. Aku sangat malu jika aku mengenangmu dalam setiap detik hidupku karna cintamu terus mengalir dalam helaan nafasku, tetapi aku? Maaf kan aku ya Rasul. Engkau lah idolaku dan engkau lah contoh terbaik untukku. Hanya Alfatihah yang mampu ku hadiahkan. Maafkan aku ya Rasul derai air mata ini tak bisa menggantikan kerinduanku padamu. Walau aku tidak hidup disatu zaman olehmu entah mengapa cintamu masih dapat kurasakan hingga detik ini.

Aku ingin bertemu denganmu setiap saat memelukmu, menciummu adalah anugrah dan hadiah terindah ku yang diberikan Allah untukku. Jikalau itu terjadi kepadaku maka bukan jiwa ini yang tidak kuat bahkan raga ini pun pasti akan melebur menghilang dalam cintamu yang tulus dan suci itu. Engkau laksana orang tuaku yang selalu ku rindukan. Ya Allah begitu indahnya nikmat kerinduan yang Engkau berikan untuk ku bisa merasakan rindu kepada kekasihku Muhammad. Apakah engkau mau untuk mengisi bagian cintaku yang lain? Aku tak mampu lagi untuk berkata-kata.

Jika rindu bisa ku beri nama maka akan ku namakan itu engkau baginda nabi Muhammad shali 'ala Muhammad. Dimalam ini malam selasa keliwon aku merindukanmu ya Rasul aku sangat merindumu. Karna engkau lah idolaku. Aku bahkan tak perduli orang lain berkata apa mengenai ku karena bagiku mencintai Allah, mencintaimu, mencintai guru-guruku, dan mencintai orang tuaku sudah begitu cukup untukku. Sesak nafas ini selalu ingin kurasakan dan air mata ini ingin selalu ku teteskan untuk merindukanmu ya Rasul entah mengapa engkau begitu ku rindukan hanya cinta mulah yang selalu ku rindukan ya Rasul ya Rasul ya Rasul. I love you forever. Allahumma shali 'ala Muhammad.

Lampung, Senin 23 Desember 2015.
Terimalah ungkapan Kerinduanku padamu ya Rasul.
Rahmat Rama Respati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.