Selasa, 19 Januari 2016

TEGURAN juga pelajaran hidu Mu.

Aku harus berubah. Hanya itu yang harus aku lakukan tak ada tawar menawar dan tak ada kompensasi apapun yang harus ku berikan pada diriku sendiri. Aku harus memasang niat "AKU HARUS BERUBAH" tak perduli betapa beratnya rintangan yang harus ku lalui dan tak perduli betapapun tertatihnya aku untuk merubah segalanya. Hari ini 3 Desember 2015 pukul 1.58 WIB aku harus berjuang menyisihkan satu persatu dari benalu hidupku. Ya Gusti Allah tolong bantu aku untuk menjalani perjalanan batinku berjumpa dengan Mu.

Tak nyata namun nyata itu adalah sesuatu pukulan terperih selama aku belajar bersama guruku. Ternyata lagi-lagi aku tidak sadar telah mempermalukan nama baik guruku. Wahai guruku maafkanlah aku. Derai air mata ini tak akan menjadi sesuatu dan akan menjadi buih di samudra lepas saja jikalau aku tidak mau berubah. Aku harus lebih memperhatikan sopan santun ku beradab dengan baik, akupun harus mau tidak mau menjauhkan perempuan karena aku masih jauh sekali penahan mengenai cinta.

Mengurung diri dalam gemerlapnya dunia memang barulah pertama kali aku lakoni. Kesombongan, kemunafikan, berbohong dan masih banyak lagi yang harus aku kurung dalam penjara diriku yang lambat laun bila tak bisa ku penjara kan menjadi senjata paling berbahaya untukku. Ya Allah ampuni aku janganlah engkau beri aku tentang kualatmu ya Gusti Allah aku minta ampun sebesar-besarnya, seluas-luasnya aku memohon ampun.

Untuk diriku Rama aku akan berjuang untuk membuatmu terlepas dalam rantai kehancuran atau kefanaan belaka. Jangan lagi terulang jangan Ram jangan!ini adalah teguran keras untukku. Apa lagi yang akan kau cari Ram selain keseharian dari cinta Sang Ilahi.  Semua akan percuma atau akan menjadi omong kosong belaka Ram. Cobalah sadari detik per detik perjalananku untuk terus berjalan di hadapan Sang Ilahi. Kenali warna dari rambu-rambu asmara kehancuran. Ayo Ram kita harus bekerja sama dalam misi menyisir kan segala kekurangan ku.

Omah Suluk, Gandul
29 November 2015
Janji ku untukmu Rama
Rahmat Rama Respati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.